Pangkat Wali-Wali Allah SWT

June222013
Pangkat_Wali_Wali_Allah

oleh :Abu Nawas Majdub
37 PANGKAT WALI ALLAH
1. Qutub Atau Ghauts ( 1 abad 1 Orang )
Al Aqtab berasal dari kata tunggal Al Qutub yang
mempunyai arti penghulu. Dari sini dapat kita
simpulkan bahwa Al Aqtab adalah pangkat
kewalian yang tertinggi. Jumlah wali yang
mempunyai pangkat tersebut hanya terbatas
seorang saja untuk setiap masanya.
2. Aimmah ( 1 Abad 2 orang )
Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang
mempunyai arti pemimpin. Setiap masanya hanya
ada dua orang saja yang dapat mencapai pangkat
Al Aimmah. Keistimewaannya, ada di antara
mereka yang pandangannya hanya tertumpu ke
alam malakut saja, ada pula yang pandangannya
hanya tertumpu di alam malaikat saja.
3. Autad ( 1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata
Angin )
Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang
mempunyai arti pasak. Yang memperoleh pangkat
Al Autad hanya ada empat orang saja setiap
masanya. Mereka tinggal di utara, di timur, di
barat dan di selatan bumi, mereka bagaikan
penjaga di setiap pelusuk bumi.
4. Abdal ( 1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah
& berkurang Apabila ada wali Abdal yg Wafat
Alloh menggantikannya dengan mengangkat Wali
abdal Yg Lain ( Abdal=Pengganti ) Wali Abdal
juga ada yang Waliyahnya ( Wanita ).
Al Abdal berasal dari kata Badal yang
mempunyai arti menggantikan. Yang memperoleh
pangkat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang
dalam setiap masanya. Setiap wali Abdal
ditugaskan oleh Allah swt untuk menjaga suatu
wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini
mempunyai tujuh daerah. Setiap daerah dijaga
oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu
meninggalkan tempatnya, maka ia akan
digantikan oleh yang lain. Ada seorang yang
bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah
bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama
Muaz Bin Asyrash, amalan apa yang
dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal?
Jawab Muaz Bin Asyrash: “Para wali Abdal
mendapatkan darjat tersebut dengan empat
kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di
malam hari, suka diam dan mengasingkan diri”.
5. Nuqoba’ ( Naqib ) ( 1 Abad 12 orang Di
Wakilkan Alloh Masing2 pada tiap-tiap Bulan).
An Nuqaba’ berasal dari kata tunggal Naqib yang
mempunyai arti ketua suatu kaum. Jumlah wali
Nuqaba’ dalam setiap masanya hanya ada dua
belas orang. Wali Nuqaba’ itu diberi karamah
mengerti sedalam-dalamnya tentang hukum-
hukum syariat. Dan mereka juga diberi
pengetahuan tentang rahasia yang tersembunyi di
hati seseorang. Selanjutnya mereka pun mampu
untuk meramal tentang watak dan nasib seorang
melalui bekas jejak kaki seseorang yang ada di
tanah. Sebenarnya hal ini tidaklah aneh. Kalau
ahli jejak dari Mesir mampu mengungkap rahasia
seorang setelah melihat bekas jejaknya. Apakah
Allah tidak mampu membuka rahsia seseorang
kepada seorang waliNya?
6. Nujaba’ ( 1 Abad 8 Orang )
An Nujaba’ berasal dari kata tunggal Najib yang
mempunyai arti bangsa yang mulia. Wali Nujaba’
pada umumnya selalu disukai orang. Dimana saja
mereka mendapatkan sambutan orang ramai.
Kebanyakan para wali tingkatan ini tidak
merasakan diri mereka adalah para wali Allah.
Yang dapat mengetahui bahwa mereka adalah
wali Allah hanyalah seorang wali yang lebih tinggi
darjatnya. Setiap zaman jumlah mereka hanya
tidak lebih dari lapan orang.
7. Hawariyyun ( 1 Abad 1 Orang ) Wali
Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Alloh dalam hal
keberanian, Pedang ( Zihad) di dalam
menegakkan Agama Islam Di muka bumi. Al
Hawariyun berasal dari kata
tunggal Hawariy yang mempunyai arti penolong.
Jumlah wali Hawariy ini hanya ada satu orang
sahaja di setiap zamannya. Jika seorang wali
Hawariy meninggal, maka kedudukannya akan
diganti orang lain. Di zaman Nabi hanya sahabat
Zubair Bin Awwam saja yang mendapatkan darjat
wali Hawariy seperti yang dikatakan oleh
Rasululloh: “Setiap Nabi mempunyai Hawariy.
Hawariyku adalah Zubair ibnul
Awwam”. Walaupun pada waktu itu Nabi
mempunyai cukup banyak sahabat yang setia dan
selalu berjuang di sisi beliau. Karena beliau tahu
hanya Zubair saja yang meraih pangkat wali
Hawariy. Kelebihan seorang wali Hawariy
biasanya seorang yang berani dan pandai
berhujjah.
8. Rojabiyyun ( 1 Abad 40 Orang Yg tidak akan
bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu
Wali Rojabiyyun yg meninggal Alloh kembali
mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Alloh
mengangkatnya menjadi wali Khusus di bulan
Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh
karena itu Namanya Rojabiyyun. Ar
Rajbiyun berasal dari kata tunggal Rajab . Wali
Rajbiyun itu adanya hanya pada bulan Rajab
saja. Mulai awal Rajab hingga akhir bulan mereka
itu ada. Selanjutnya keadaan mereka kembali
biasa seperti semula. Setiap masa, jumlah mereka
hanya ada empat puluh orang sahaja. Para wali
Rajbiyun ini terbagi di berbagai wilayah. Di antara
mereka ada yang saling mengenal dan ada yang
tidak saling mengenal.
Pada umumnya, di bulan Rajab, sejak awal
harinya, para wali Rajbiyun menderita sakit,
sehingga mereka tidak dapat menggerakkan
anggota tubuhnya. Selama bulan Rajab, mereka
senantiasa mendapat berbagai pengetahuan
secara kasyaf, kemudian mereka
memberitahukannya kepada orang lain. Anehnya
penderitaan mereka hanya berlangsung di bulan
Rajab. Setelah bulan Rajab berakhir, maka
kesehatan mereka kembali seperti semula.
9. Khotam ( penutup Wali )( 1 Alam dunia hanya
1 orang ) Yaitu Nabi Isa A S ketika diturunkan
kembali ke dunia Alloh Angkat menjadi Wali
Khotam ( Penutup ).
Al Khatamiyun berasal dari kata Khatam yang
mempunyai arti penutup atau penghabisan.
Maksudnya pangkat AlKhatamiyun adalah sebagai
penutup para wali. Jumlah mereka hanya
seorang. Tidak ada pangkat kewalian umat
Muhammad yang lebih tinggi dari tingkatan ini.
Jenis wali ini hanya akan ada di akhir masa,yaitu
ketika Nabi Isa as.datang kembali.
10. Qolbu Adam A.S ( 1 Abad 300 orang )
11. Qolbu Nuh A.S ( 1 Abad 40 Orang )
12. Qolbu Ibrohim A.S ( 1 Abad 7 Orang )
13. Qolbu Jibril A.S ( 1 Abad 5 Orang )
14. Qolbu Mikail A.S ( 1 Abad 3 Orang tidak
kurang dan tidak lebih Alloh selau mengangkat
wali lainnya Apabila ada salah satu Dari Wali
qolbu Mikail Yg Wafat )
15.Qolbu Isrofil A.S ( 1 Abad 1 Orang )
16. Rizalul ‘Alamul Anfas ( 1 Abad 313 Orang )
17. Rizalul Ghoib ( 1 Abad 10 orang tidak
bertambah dan berkurang )
tiap2 Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika
juga Alloh mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain,
Wali Rizalul Ghoib merupakan Wali yang di
sembunyikan oleh Alloh dari penglihatannya
Makhluq2 Bumi dan Langit tiap2 wali Rizalul
Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib
yang lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat
Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min, Semua
Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun
dari Rizqi Alam nyata ini tetapi mereka
mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam
Ghaib.
18. Adz-Dzohirun ( 1 Abad 18 orang )
19. Rizalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang )
Di antaranya pula ada wali yang dikenal dengan
nama Rijalul Quwwatul Ilahiyah artinya orang-
orang yang diberi kekuatan oleh Tuhan. Jumlah
mereka hanya lapan orang saja di setiap zaman.
Wali jenis ini mempunyai keistimewaan, yaitu
sangat tegas terhadap orang-orang kafir dan
terhadap orang-orang yang suka mengecilkan
agama. Sedikit pun mereka tidak takut oleh
kritikan orang. Di kota Fez ada seorang yang
bernama Abu Abdullah Ad Daqqaq. Beliau dikenal
sebagai seorang wali dari jenis Rijalul Quwwatul
Ilahiyah. Di antaranya pula ada jenis wali yang
sifatnya keras dan tegas. Jumlah mereka hanya
ada 5 orang disetiap zaman. Meskipun watak
mereka tegas, tetapi sikap mereka lemah lembut
terhadap orang-orang yang suka berbuat
kebajikan.
20. Khomsatur Rizal ( 1 Abad 5 orang )
21. Rizalul Hanan ( 1 Abad 15 Orang )
Ada jenis wali yang dikenal dengan nama Rijalul
Hanani Wal Athfil Illahi artinya mereka yang
diberi rasa kasih sayang Allah. Jumlah mereka
hanya ada lima belas orang di setiap zamannya.
Mereka selalu bersikap kasih sayang terhadap
manusia baik terhadap yang kafir maupun yang
mukmin. Mereka melihat manusia dengan
pandangan kasih sayang, kerana hati mereka
dipenuhi rasa insaniyah yang penuh rahmat.
22. Rizalul Haybati Wal Jalal ( 1 Abad 4 Orang )
23. Rizalul Fath ( 1 Abad 24 Orang ) Alloh
mewakilkannya di tiap Sa’ah ( Jam ) Wali Rizalul
Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman,
6 orang di Negara Barat, 4 orang di negara timur,
dan sisanya di semua Jihat ( Arah Mata Angin )
23. Rizalul Ma’arijil ‘Ula ( 1 Abad 7 Orang )
24. Rizalut Tahtil Asfal ( 1 Abad 21 orang )
25. Rizalul Imdad ( 1 Abad 3 Orang )
Di antaranya pula ada yang termasuk dalam
golongan Rijalul Imdadil Ilahi Wal Kauni, yaitu
mereka yang selalu mendapat kurniaan Ilahi.
Jumlah mereka tidak lebih dari tiga orang di
setiap abad. Mereka selalu mendapat pertolongan
Allah untuk menolong manusia sesamanya. Sikap
mereka dikenal lemah lembut dan berhati
penyayang. Mereka senantiasa menyalurkan
anugerah-anugerah Allah kepada manusia.
Adanya mereka menunjukkan berpanjangannya
kasih sayang Allah kepada makhlukNya.
26. Ilahiyyun Ruhamaniyyun ( 1 Abad 3 Orang )
Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal
Di antaranya pula ada yang termasuk dalam
golongan Ilahiyun Rahmaniyyun , yaitu manusia-
manusia yang diberi rasa kasih sayang yang luar
biasa. Jumlah mereka ini hanya tiga orang di
setiap masa. Sifat mereka seperti wali-wali Abdal,
meskipun mereka tidak termasuk didalamnya.
Kegemaran mereka suka mengkaji firman-firman
Allah.
27. Rozulun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )
28. Rozulun Wahidun Markabun Mumtaz ( 1 Abad
1 Orang )
Wali dengan Maqom Rozulun Wahidun Markab ini
di lahirkan antara Manusia dan Golongan
Ruhanny( Bukan Murni Manusia ), Beliau tidak
mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan
Manusia , Wali dengan Pangkat ini Tubuhnya
terdiri dari 2 jenis yg berbeda, Pangkat Wali ini
ada juga yang menyebut ” Rozulun Barzakh ”
Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan
Ruhanny Air INNALLOHA ‘ALA KULLI SAY IN
QODIRUN ” Sesungguhnya Alloh S.W.T atas
segala sesuatu Kuasa.
29. Syakhsun Ghorib ( di dunia hanya ada 1
orang )
30. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1
Orang )
31. Rizalul Ghina ( 1 Abad 2 Orang )
sesuai Nama Maqomnya ( Pangkatnya ) Rizalul
Ghina ” Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu
Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada Alloh maupun
Kaya Harta yg di jalankan di jalan Alloh, Pangkat
Wali ini juga ada Waliahnya ( Wanita ).
31. Syakhsun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )
32. Rizalun Ainit Tahkimi waz Zawaid ( 1 Abad 10
Orang )
33. Budala’ ( 1 Abad 12 orang )
Budala’ Jama’ nya ( Jama’ Sigoh Muntahal
Jumu’) dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal
34. Rizalul Istiyaq ( 1 Abad 5 Orang )
35. Sittata Anfas ( 1 Abad 6 Orang )
salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya
Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim
Al-’Allamah Ahmad As-Sibty
36. Rizalul Ma’ ( 1 Abad 124 Orang )
Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam
Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni
Syabil ” Pada suatu ketika aku berada di pinggir
sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan
terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba2 Alloh
yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum
sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai
muncullah seseorang yang berkata “akulah salah
satu hamba Alloh yang di tugaskan untuk
beribadah di dalam Air”, Maka akupun
mengucapkan salam padanya lalu Dia pun
membalas salam aku tiba2 orang tersebut hilang
dari pandanganku.
37. Dakhilul Hizab ( 1 Abad 4 Orang )
Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama
Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui
Kewaliannya oleh para wali yg lain sekalipun
sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir
Jailani, Karena Wali ini ada di dalam Hizab nya
Alloh, Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz
sebagai barisan para Aulia, Namun Nur
Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para Aulia Seperti
di riwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa
suatu ketika Syeikh Abdul Qodir Jailani
Melaksanakan Towaf di Baitulloh Mekkah
Mukarromah tiba2 Syeikh melihat seorang wanita
dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang
benderang sehingga Syeikh Abdul qodir Al-Jailani
Mukasyafah ke Lauhil Mahfudz dilihat di lauhil
mahfudz nama Wanita ini tidak ada di barisan
para Wali2 Alloh, Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-
Jailani bermunajat kepada Alloh untuk
mengetahui siapa Wanita ini dan apa yang
menjadi Amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya
terpancar begitu dahsyat , Kemudian Alloh
memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk
memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita
tersebut adalah seorang Waliyyah dengan
Maqom/ Pangkat Dakhilul Hizab ” Berada di
Dalam Hizabnya Alloh “, Kisah ini mengisyaratkan
kepada kita semua agar senantiasa Ber
Husnudzon ( Berbaik Sangka ) kepada semua
Makhluq nya Alloh, Sebetulnya Masih ada lagi
Maqom2 Para Aulia yang tidak diketahui oleh kita,
Karena Alloh S.W.T menurunkan para Aulia di
bumi ini dalam 1 Abad 124000 Orang, yang
mempunyai tugasnya Masing2 sesuai Pangkatnya
atau Maqomnya.
Firman Allah dalam Surat Al-Imron ayat 169:
“LA TAHSABANNAL LADZI QUTILUU FI
SABILILLAHI AMWATAN, BAL AHYAUN INDA
ROBBIHIM YURZAQUNA ”
Terjemahnya sebagai berikut:
“Janganlah kamu mengira bahwa orang2 yang
gugur di jalan Alloh itu ‘MATI’ bahkan mereka
itu ‘HIDUP’ di sisi tuhannya dengan mendapat
rezqi”.
HIDUP Yaitu hidup dalam alam yang lain yang
bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat
keni’matan2 di sisi Alloh, Dan hanya Alloh sajalah
yang mengetahui bagaimana keadaan HIDUP nya
itu.
Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images


 
Back to Top